Berita

Subhanallah..!!! Seorang Ibu Non Muslim Antar Anaknya Ke KUA Untuk Masuk Islam..

Ayo, Bagikan:

Yogi Setiady namanya. Bocah laki-laki berusia 8 tahun itu terlahir dari pasangan orangtua yang non muslim di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Belum lama ini, bocah yang duduk di kelas 2 SDN 18 Sukabangun itu diantar oleh ibu kandungnya ke Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Delta Pawan. Tujuannya, untuk menuruti kemauan Yogi memeluk Islam.

“Ayah dan mama kandungnya telah mengikhlaskan anak ini masuk Islam, karena setiap saat terus ‘memaksa’ ayah dan mamanya agar ia bisa masuk Islam,” tulis Uti Suhendra Dwipayana di laman Facebook-nya.

Dalam posting-an yang diunggah warga Ketapang, pada Kamis (5/10/2017) sore itu menyebutkan, Yogi memang rajin ke Surau untuk menunaikan salat lima waktu. Dia juga belajar mengaji dan salat.

“Ketika saya tes ngajinya, dia sudah hafal surat Al Fatihah, Al Ikhlas, do’a ibu bapak, do’a makan, dan lain-lain,” tulis Uti.

Uti pun menyempatkan untuk bertanya mengenai cita-cita Yogi. Dengan tegas dia jawab ingin menjadi seorang Ustadz. Pembacaan dua kalimat syahadat, lanjut Uti, memang sudah lancar. Bahkan artinya sudah Yogi hafal dan disaksikan guru di sekolahnya.

“Semoga Allah Subhanahuwataala meridhoi dan terus memberikan hidayah kepada anak ini,” doa Uti.

Kisah nyata yang ditulis oleh Uti Suhendra Dwipayana ini ramai diviralkan warganet. Hingga Kamis pukul 23.35, postingan itu dibagikan hingga 759 warganet dan dikomentari sebanyak 1.197 komentar.Berikut postingan aslinya:

Ketapang…  Anak ini bernama Yogi Setiady, usianya baru 8 tahun, duduk di kelas 2 SDN 18 Sukabangun. Diantar sendiri oleh ibu kandungnya yang masih beragama non muslim ke KUA Delta Pawan dengan maksud untuk memeluk agama Islam anaknya. Ayah dan mama kandungnya telah mengikhlaskan anak ini masuk Islam, karena setiap saat terus “memaksa” ayah dan mamanya agar ia bisa masuk Islam. Dia rajin ke Surau setiap shalat lima waktu, belajar ngaji dan sholat. Ketika saya tes ngajinya, dia sudah hafal surat Al Fatihah, Al Ikhlas, do’a ibu bapak, do’a makan, dll. Diitanya cita-citanya, dengan tegas dia jawab ingin menjadi Ust. Pembacaan dua kalimat syahadat yang memang sudah lancar bahkan artinya sudah hapal ini disaksikan guru sekolahnya. Semoga Allah Subhanahuwataala meridhoi dan terus memberikan hidayah kepada anak ini.

Kepala KUA Delta Pawan, M Syafi’ie membenarkan bahwa Yogi Setiady telah memeluk agama Islam. Bahkan orangtua kandung dan guru sekolahnya telah menjadi saksi.

“Iya betul, sore tadi di KUA Delta Pawan. Saya sendiri pembimbing pembacaan dua kalimat syahadat di hadapan dua orang saksi, ibu kandungnya juga menyaksikan dan hadir juga guru sekolahnya,” ujar Syafi’ie.

Saat pembacaan dua kalimah syahadat, kata Syafi’ie, Yogi begitu lancar mengucapkannya. Bahkan dia hafal artinya. Kala itu dia disaksikan ibu kandungnya beserta guru sekolahnya. (laporan Jurnalis Ade Putra).

Berita mengagumkan lainya dari Virgon

virgoun

Ada cerita menarik dan inspiratif di balik pindahnya Virgoun menjadi seorang Muslim. Tetapi, cerita tersebut sesungguhnya tidak jauh dari kehidupan sehari-hari.

Di panggung Dahsyat RCTI, baru-baru ini, Virgoun mengaku memulai belajar Islam ketika ingin menikahi Inara, yang kini menjadi istrinya. Mengaku skeptis soal keagamaan, rupanya sebuah tantangan berat yang berasal dari kakak Inara berhasil menggugah hatinya.

“Gue orangnya enggak bisa ditantang, skeptis banget sama hal-hal kayak gitu. Setahun sebelum nikah, gue ngomong sama yang sekarang jadi kakak ipar gue. Dia emang ustadz. Dia nantangnya halus. Dia bilang,”Coba deh lo baca artiannya, kalo lo enggak cinta sama Islam, biar gue yang pindah ke agama lo,”” ucap Virgoun.

Virgoun disodori lima halaman berbahasa Indonesia yang berisi terjemahan beberapa surat Al-Qur’an. Namun, ia mengaku tidak terlalu mengerti kalimat-kalimat yang disodorkan kakak iparnya itu. Namun,Virgoun merasa tertarik dan mulai memperdalam Islam.

“Nanyanya langsung ke expert kayak Syekh Ali Jaber gitu,” tutur Virgoun.

Virgoun kemudian takjub dengan Al-Qur’an, melihatnya sebagai pedoman hidup yang sangat lengkap dan cocok untuk diterapkan hampir di seluruh zaman dalam sejarah. Ia merasa hal-hal yang belum dimengertinya baru dapat dipahami di kemudian hari.

“Mungkin ada beberapa ayat yang diperuntukkan bukan untuk zaman sekarang. Mungkin seratus tahun ke depan baru tahu artinya, gitu. Gue merasa ini bener-bener the manual book of life, jadi itu bener-bener rule yang datang dari Sang Pencipta langsung,” ucap Virgoun.

Maka dari itu, Virgoun mantap mengucapkan kalimat syahadat. Peristiwa tersebut pun disaksikan oleh sang kakak ipar sendiri. Ia pun masih merasa banyak berkah karena kehidupannya banyak berubah setelahnya. Pikiran dan pertanyaannya jadi lebih banyak terjawab, dan lingkungan sekitarnya pun sudah mulai toleran terhadap perubahan agamanya tersebut.

“Pengalaman religius gak gimana sih ya, tapi terasa berkahnya,” tutup Virgoun.

(laporan Jurnalis Dewanto Kironoputro)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *