muslim di eropa
Berita

Subhanallah! Jumlah Umat Muslim di Belgia Terus Bertambah Setiap Tahun, Tanda Kemenangan Islam di Dunia

Ayo, Bagikan:

Jumlah pemeluk agama Islam di Belgia memperlihatkan angka kenaikan dari tahun ke tahun. Ini menandakan bahwa Islam tengah mengalami peningkatan yang sangat pesat di negara tersebut. Pada tahun 1998, jumlah muslim di Belgia hanya 350 ribu jiwa. Namun kini sudah mencapai angka 628.751 jiwa dan akan terus bertambah.

Agama Islam terus menunjukkan eksistensi yang semakin kuat di Belgia. Negara berpenduduk 10 juta jiwa itu kini menjadi tempat bermukim sekitar 628.751 umat Muslim, atau enam persen dari populasi.

Islam pun menjadi agama dengan perkembangan paling pesat. Data pada situs riseofislam menyebutkan, pada tahun 90-an, jumlah umat Muslim baru sekitar 285 ribu jiwa. Namun di tahun 1998, angkanya telah meningkat pesat hingga menjadi 350 ribu jiwa.

 

muslim di eropa

 

Di kota Brussel yang juga merupakan Ibukota dari negara Belgia tersebut, jumlah muslim terus saja bertambah. Jika awal tahun 2000 jumlah muslim hanya berada di angka 17 persen dari populasi, di tahun 2008 angkanya sudah meningkat dan mencapai 33,5 persen dari populasi warga Brussel.

Majalah terkemuka L’Express dalam sebuah artikelnya yang dirilis Republika, berani memprediksikan bahwa dalam 20 tahun ke depan, Islam di Belgia bisa menjelma menjadi agama mayortitas di ibu kota Brussel.

Sejalan dengan itu, tumbuh pula tempat-tempat ibadah dan kegiatan keagamaan. Ada sekitar 300 masjid, mushala maupun pusat keislaman di seluruh Belgia. Pemerintah pun, sesuai undang-undang, tidak menghalangi umat beragama, termasuk Muslim, untuk membangun tempat ibadah atau sarana pendidikan.

Islam yang terus bertumbuh kembamg menyebabkan perubahan secara demografi. Di banyak wilayah, penduduk Muslim sudah lebih banyak ketimbang pemeluk Protestan dan Yahudi. Majalah terkemuka L’Express dalam sebuah artikelnya, bahkan berani memprediksikan bahwa dalam 20 tahun ke depan, Islam bisa menjadi agama dominan di ibu kota Brussel.

Kemungkinan itu tidak bisa dikesampingkan. Bila dicermati, di Brussel sendiri, dengan penduduk berjumlah 1,1 juta jiwa, sebanyak 56 persennya adalah imigran.

Saat ini Belgia mempunyai sekitar 300 masjid, mushala maupun pusat keislaman. Dalam hal ini pemerintah tidak menghalangi umat beragama, termasuk muslim, untuk membangun tempat beribadah atau sarana lainnya.

Ini berkebalikan dengan komunitas imigran yang justru mengalami penambahan populasi, baik karena kelahiran maupun kedatangan imigran baru. Brussel pun berangsur masuk kepada situasi yang oleh ahli demografi Prancis, Michele Tribalat, disebut ‘proses perubahan demografi.’

Fenomena ini tidak hanya muncul di Brussel. Kota-kota besar di Eropa Barat mengalami hal yang sama. Buku Reflections on the Revolution in Europe : Immigration, Islam and the West, karya jurnalis Financial Times Christopher Caldwell, memerinci, kota-kota itu antara lain, Rotterdam dan Marseille (25 persen populasi adalah Muslim), Malmo dan Birmingham (20 persen), London, Paris dan Kopenhagen (10 persen).

Di beberapa kota di Belgia, arus imigran Muslim seolah tak terbendung. Penulis buku Islam in Brussels (Universite de Bruxelles, 2009), Corinne Torrekens, mengatakan, apabila tren ini terus berlanjut, maka kota-kota seperti Sint-Jans-Molenbeek, Schaarbeek, Anderlecht, Ganshoren, dan Koekelberg, bisa terjadi ‘ledakan’ imigran Muslim dengan besaran mencapai 20 – 30 persen dari populasi.

Hampir 90 % muslimin Belgia sebagai pekerja imegran (asing). Hanya 5 % yang berstatus sebagai mahasiswa. Selebihnya, 60 % rata-rata usia mereka berkisar 25 tahun kebawah. Kondisi ekonomi mereka cukup baik, jika dibanding dengan saudara mereka di negaeri asalnya. Pendapatan mereka rata-rata perbulan antara 1300 s/d 1600 dollar US (sekitar empat juta rupiah). Jumlah pendapatan itu belum termasuk tunjangan keluarga, tunjangan pensiun dan lain-lainnya. Fenomena pengangguran di sebagian kalangan kaum muda di negeri itu, sering dijadikan alasan kelompok rasialis untuk memusuhi Islam dan kaum muslimin.

Islam adalah salah satu dari tujuh agama yang diakui di Belgia. Status ini membuat adanya fasilitas, juga subsidi bagi pengajaran agama tersebut di sekolah-sekolah, termasuk penyediaan guru. Meski begitu tetap saja ada komplain karena dirasakan adanya diskriminasi. Ketegangan ini terjadi karena masalah penggangguran dan kemiskinan.Mayoritas muslim Begia berasal dari Maroko dan Turki, sebagian juga berasal dari Albania.

Selain itu, terdapat kisah mengharukan mengenai perjuangan seorang perempuan muslim di Belgia. Ia mengenalkan agama disebarkan oleh Nabi Muhammad SAW itu kepada banyak sekali orang. Dia bahkan membuat sekitar 1.000 warga menerima Islam dengan baik.

Situs worldbulletin.net melaporkan, Selasa (15/7), Veronique Cools telah menjadi mualaf selama 25 tahun selama sewindu rajin memberikan pengertian pada warga Belgia tentang Islam. Rumahnya menjadi pusat perkembangan umat muslim di negara itu dan banyak dikunjungi mereka yang ingin mengenal agama samawi ini.

Cools mengatakan dia sedikit kesulitan mengatasi prasangka masyarakat pada Islam. Namun dengan pendekatan yang bersahabat, akhirnya banyak dari mereka berburuk sangka menjadi terbuka dengan Islam.

“Prasangka itu datang sebab kita tidak mengenalkan Islam yang benar pada mereka. Sebagai muslim kita harus memberikan penjelasan dengan contoh perilaku yang juga baik,” ujar Cools.

Pusat kegiatan muslim di rumah Cools kini punya anggita ribuan dan sebagian besar perempuan.

Tidak hanya di Brussel, di kota-kota besar di Eropa Barat pun mengalami fenomena kenaikan populasi muslim. Menurut buku Reflections on the Revolution in Europe: Immigration, Islam and the West, karya jurnalis Financial Times Christopher Caldwell, mengungkapkan kota-kota itu antara lain, Rotterdam dan Marseille (25 persen populasi adalah muslim), Malmo dan Birmingham (20 persen), London, Paris dan Kopenhagen (10 persen).

 

Sumber: islampos.com &republika.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *