Keluarga

Musuh Terbesar Mendidik Anak Bukan Internet, Televisi atau yang lain, Tapi Rasa “INI”

Ayo, Bagikan:

Jaman sekarang mendidik anak itu banyak tantangannya. Banyak hal-hal yang bisa jadi bisa mengganggu tumbuh kembang anak. Misalnya saja televisi yang tidak ramah anak, gadget, internet, dan mungkin lingkungan pergaulan yang tidak mendukung.

Tapi, apabila kita renungkan lagi. Sebenarnya musuh terbesar dalam mendidik anak itu sebenarnya cuma ada satu, yaitu RASA MALAS.

Orang tua kadang malas mematikan handphone-nya, padahal baru bermain sama anak

https://www.instagram.com/missnyctagina/

Tak sedikit orang tua saat berada di rumah ia lebih sibuk bermain handphone daripada bermain sama anak. Ia lebih asyik berselancar di dunia media sosial, melihat dan mengomentari status orang lain. Padahal jelas-jelas di hadapannya ada anak yang ingin bermain.

Entah kenapa di jaman sekarang handphone rasanya lebih berharga. Menghabiskan waktu bersama handphone rasanya lebih bermanfaat. Padahal itu semua hanyalah semu. Waktu berharga yang sebenarnya adalah yang kita habiskan bersama keluarga.

Yang terjadi kini, orang tua sibuk main handphone, dan anak-anak sejak usia dini juga sudah asyik main handphone. Dan kita berharap dari keadaan ini orang tua bisa dekat dengan anak?

Matikanlah handphone, bermainlah bersama anak. Hal itulah yang bisa mendekatkan hubungan kita dengan anak. Dan dengan siapa pun.

Orang tua malas mendengarkan isi hati anak, maunya hanya menceramahi anak

Yang namanya orang tua sifat dasarnya pasti maunya bicara dan didengarkan. Apalagi oleh anak. Kita ingin anak mendengarkan setiap nasihat kita. Kita ingin anak mengikutinya dan patuh. Tapi pernahkan orang tua mendengarkan keluh kesah anak?

Mendengarkan apa yang sebenarnya ia mau? Mendengarkan isi hatinya?

Kadang kita lebih asyik menceramahinya, memerintahnya tapi abai atas permintaan dan isi hatinya. Lalu kita berharap anak bisa patuh dengan orang tua. Bagaimana mungkin? Kita saja, yang lebih dewasa, kadang sebal kalau cuma diceramahi tanpa pernah di dengarkan. Begitu pula anak-anak.

Jangan malas untuk memperhatikan dan mendengarkan isi hati anak.

Orang tua malas ngobrol dengan anak dan menanamkan nilai-nilai hidup padanya

Salah satu cara menanamkan nilai hidup dan pengaruh pada anak adalah dengan banyak ngobrol dengannya. Mungkin kita beralasan, “Ah, anak kan masih balita. Belum bisa ngomong.” Tapi mengajak ngobrol anak dalam usia balita adalah sebuah pembiasaan. Agar kelak saat anak sudah gede kita tidak beralasan bahwa “anak sudah gede, bisa berpikir sendiri.”

Kalau kita ingin anak tidak terpengaruh hal-hal buruk dari lingkungan, maka perbanyaklah ngobrol dengannya. Jangan tunggu nanti, jangan tunggu rasa malas hilang. Biasakanlah sejak dini, agar nilai-nilai hidup bisa tertanam dalam hati anak.

Orang tua malas mendampingi anak belajar

Bila ingin anak tumbuh cerdas maka jangan cuma dititipkan di sekolah mahal, tapi dampingi ia untuk belajar. Temani ia untuk mengenal berbagai pengetahuan dan jangan bunuh rasa ingin tahunya. Karena rasa ingin tahu adalah awal dari belajar.

Kadang orang tua malas menjawab berbagai pertanyaan sederhana anak. Kadang orang tua mengatakan anak yang ceriwis itu sebagai sikap yang tidak baik. Lalu menyuruhnya untuk diam. Padahal itu adalah sikap anak yang ingin tahu.

Orang tua yang malas menghadapinya dan berharap anak akan tumbuh cerdas adalah dua hal yang saling bertolak belakang. Apabila ingin anak cerdas, maka kita harus siap membayar harganya. Yaitu dengan menenamni dan mendampinginya belajar serta terus menumbuhkan kemauan dan rasa ingin tahu anak.

Dan kelak kita berharap anak-anak akan mencintai kebenaran dan ilmu pengetahuan.

Sebenarnya musuh terbesar dalam mendidik anak itu tidak datang dari luar, tetapi justru berasal dari dalam diri orang tua. Dalam diri kita, yaitu berwujud rasa malas. Maka mari kita berdoa agar kita dijauhkan dari seburuk-buruknya sifat malas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *