Berita

Muslim Cyber Power!!! Seorang Jurnalis Dipecat Gara-Gara Kata-Katain Ustadz Abdul Somad di Twitter

Ayo, Bagikan:

Seorang jurnalis olah raga harian TopSkor, Zulfikar Akbar terpaksa dipecat dari media tempatnya bekerja akibat cuitannya yang menyinggung Ustad Abdul Somad belum lama ini.

Zulfikar dipecat lantaran menilai penolakan Abdul Somad di Hong Kong beberapa hari lalu, karena memiliki isi ceramah yang melahirkan umat yang radikal.

“Jadi @ustadabdulsomad jika ditanya knp negara spt Hong Kong menolak Anda krn memang terbukti hasil dakwah anda selama ini telah melahirkan umat yang beringas.” Tulis Zulfikar.

Cuitan Zulfikar akhirnya viral dan menuai reaksi warga net. Pada Selasa (26/12) kemarin, tagar #boikot TopSkor menjadi trending topik di twitter.

Tidak sampai sehari, Zulfikar akhirnya meminta maaf dan mengakui telah dipecat dari media tempatnya bekerja lantara desakan dari berbagai pihak kepada pihak redaksi TopSkor.

“Kpd teman² muslim yg merasa tersinggung krn kritikan sy atas @ustabdulsomad saya ingin sampaikan permintaan maaf dan klarifikasi sekaligus,” tulisnya.

“Sekali lagi saya mohon maaf bagi teman² yang masih tersinggung. Janji saya, tidak akan mengulangi hal-hal yang mengusik teman. Sebuah desakan dr teman² muslim yg tersinggung sudah disikapi pihak redaksi. Keputusan mereka; saya di-cut sbg sanksi yang saya terima dgn lapang dada.” Imbuh Zulfikar.

Sebelumnya, Ustad Abdul Somad ditolak masuk Hong Kong lantaran dinilai memiliki jaringan teroris.

Penceramah asal Riau ini akhirnya dipulangkan hari itu juga oleh otoritas Hong Kong. (dal/fajar)

Inilah kekuatan muslim cyber power!! Orang-orang yang menghina ataupun merendahkan ulama akan menemui kekuatan sosial media yang digalang para aktivis muslim. Setelah sebelumnya juga ada gerakan boikot, antara lain boikot sariroti, metrotv, dan lainnya.

Ditolak di Hong Kong, Ini Klarifikasi Ustaz Abdul Somad

Penolakan terhadap Abdul Somad kembali terjadi. Kali ini, dai kondang tersebut ditolak saat akan menghadiri undangan dakwah di Hong Kong.

Menurut Abdul Somad, kejadian itu berlangsung saat ia bersama dua rekannya baru keluar dari pintu pesawat. Kala itu, beberapa orang tidak berseragam langsung menghadangnya dan menarik secara terpisah

“Mereka meminta saya buka dompet. Membuka semua kartu-kartu yang ada. Di antara yang lama mereka tanya adalah kartu nama Rabithah Alawiyah (Ikatan Habaib). Saya jelaskan. Di sana saya menduga mereka tertelan isu terorisme. Karena ada logo bintang dan tulisan Arab,” tulis Abdul Somad melalui fanspage facebooknya pada Minggu, (24/12/2017).

Setelah itu, lanjut dia, petugas menanyakan terkait identitas. Pertanyaan tersebut dijawabnya sesuai dengan fakta sebenarnya.

“Mereka tanya-tanya identitas, pekerjaan, pendidikan, keterkaitan dengan ormas dan politik. Saya jelaskan bahwa saya murni pendidik, intelektual muslim lengkap dengan latar belakang pendidikan saya,” kata Abdul Somad.

Tanpa Alasan

Proses interogasi tersebut dilakukan sekitar 30 menitan. Setelah itu, petugas setempat menegaskan bahwa Hong Kong tidak menerima kehadiran Abdul Somad.

“Lebih kurang 30 menit berlalu. Mereka jelaskan bahwa negara mereka tidak dapat menerima saya. Itu saja. Tanpa alasan. Mereka langsung mengantar saya ke pesawat yang sama untuk keberangkatan pukul 16.00 WIB ke Jakarta,” tulis Abdul Somad.

Ada Hikmah

Atas ketidakhadirannya, ia meminta maaf kepada semua pihak yang mengundangnya. Dai alumni Kairo dan Maroko ini menyatakan ada hikmah di balik peristiwa tersebut.

“Kita hanya bisa berusaha dan berdoa. Qaddarallah, ada hikmah di balik itu semua. Kepada sahabat-sahabat panitia jangan pernah berhenti menebar kebaikan di jalan da’wah,” tulis dia.

sumber:

https://fajar.co.id/2017/12/27/kata-katain-ustad-abdul-somad-jurnalis-olah-raga-akhirnya-dipecat/

http://news.liputan6.com/read/3205439/ditolak-di-hong-kong-ini-klarifikasi-ustaz-abdul-somad

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *