Keluarga

Jika Wanita Terbuka dalam Mengungkapkan Tangisan itu Hal Biasa, Berbeda Pula dengan Pria. Tidak berarti Pria Tidak Boleh Menangis.

Ayo, Bagikan:

tentu saja mereka menangis diam-diam, melupakan sejenak tanggapan orang bahwa seorang pria tidak boleh menangis. Bagi sebagian orang menangis merupakan kelemahan tetapi menangis sebenarnya bisa menjadi obat dan meredakan rasa sakit di hati.

Itulah sebabnya beberapa pria menangis hanya di depan kekasihnya saja. Hal ini menjadi sangat pribadi bagi seorang pria karena mereka juga merasakan banyak tekanan dalam hidupnya dan dengan melepaskan kesedihan di hati, menangis menjadi pilihan. Dan jika suami Anda menangis di depan Anda, jangan berpikir bahwa dia lemah tetapi itulah tanda dari perjuangan, kasih, dan kepercayaannya. Dia memerlukan perhatian, sebuah pelukan, dan hiburan karena Anda lah satu-satunya yang mengenal dirinya. Untuk itu beberapa hal yang sebaiknya jangan Anda lakukan kepada suami jika dia sedang bersedih:

Pertama, Jangan bertanya “Kamu nangis?”

Jika Anda telah melihat air mata jatuh di pipinya jangan tanyakan lagi apakah ia menangis atau tidak. Dengan Anda menanyakan pertanyaan itu bisa jadi membuat dia malu dan tidak mau mengungkapkan perasaannya kepada Anda.
Kedua, Jangan katakan “Tenang sajalah…”

Jika berkata seperti itu yang ada dia merasa percuma menangis di hadapan Anda karena itu bertanda Anda tidak peduli dan menganggap enteng masalahnya. Selain itu juga bisa membuatnya merasa bodoh.

Ketiga, Jangan berdiam diri

Ketika suami Anda bersedih sebaiknya jangan duduk berdiam diri saja melihatnya menangis. Saat ia menangis yang dibutuhkan semuanya adalah sebuah sentuhan seperti pelukan erat atau memegang tangannya. Dengan Anda memeluk erat dan memegang tangannya itu bisa menjadi obat membebaskannya dari rasa sakit.

Keempat, Mengganti topik

Jangan merubah topik yang ia sedang risaukan bahkan berpikir bisa membuatnya lupa dengan hal itu. Mengalihkan pikiran hanyalah solusi sementara untuknya. Yang benar adalah Anda memberikan perhatian penuh dan membiarkan dirinya mengekpresikannya.

Kelima, Berkata “Bilang kepada ibumu saja, sayang, mungkin kamu bisa enakan,”

Sebaiknya hindari ucapan seperti itu kepada suami Anda yang memang bersedih. Ini hanya saja membuat dia berpikir Anda menghindar dan tidak perhatian kepadanya. Sebagai Istri, hadapilah bersama-sama dan kalau bisa tidak membawa keluarga lain atau mertua karena ini adalah rumah tangga kalian.

Keenam, Berdebat

Berdebat pada saat seperti itu jelas tidak berguna. Ketika seseorang sedang emosional dengan kesedihannya otomatis tidak berdaya untuk bersikap rasional. Jadi jangan memulainya dengan berdebat. Anda hanya perlu memberikan perhatian, tanggapan yang baik, dan pelukan. Dengan begitu Anda berdua dapat saling memperkuat ikatan hubungan dan pernikahan Anda jauh lebih baik.

Sebagai pasangan menikah, sudah seharusnya kita untuk saling mengasihi, saling melengkapi, saling menerima kekurangan dan kelebihan dari pasangan.

Bahkan Para Suami pun Menangis

Kehidupan tidak selalunya menawarkan kesenangan. Bagi sebagian orang, mengakrabi hati dan waktu mereka dengan kesedihan karena kesulitan hidup adalah sudah menjadi hal lumrah setiap harinya.Dan mereka membebaskan kepenatan hidup dengan menangis.

Semua orang pasti pernah merasakan bagaimana kesedihan menyesakkan dada mereka. Namun masih banyak dari kita yang menilai bahwa menangis itu, apalagi bagi kaum adam, adalah hal tabu. Tabu untuk diperlihatkan apalagi diceritakan. Sisi harga diri mereka mengatakan mereka haruslah kuat, kuat dan kuat. Lucunya lagi ketika dari mereka kedapatan tengah menangis, merekapun meminta maaf.

Biasanya masalah pekerjaan tidak akan membuat pria menangis, Pun masalah keuangan. Lalu, apakah yang membuat seorang suami menjadi menangis? justru kekuatan terbesar mereka penyebabnya, yaitu Akal mereka. Karena pria menggunakan akalnya lah yang menyebabkan ia menangis. Ia menangis karena telah lelah dalam berpikir, sel-sel dalam otaknya tidak mampu lagi untuk digunakan berpikir dalam menyelesaikan masalah. Saat ia menangis, jauh dalam pikirannya yang ada hanyalah air mata sebagai solusi.

Dalam kondisi tersebut, biasanya justru sang istri dapat bersikap tegar. Kondisi ini berbeda dengan keseharian istri sebagai seorang wanita yang mudah tersentuh meski hanya menonton sinetron picisan. Hal ini menunjukkan bahwa dalam kekuatan para pria sebenarnya wanitalah yang jauh lebih kuat. Terbukti, saat si suami bersedih bahkan sampai menangis hanya istrinyalah lah pelipurnya.

Jika akhirnya suami menangis, mungkin itu adalah batas akhir pertahanan hatinya untuk tetap tegar, maka pahamilah. Mereka tak akan membiarkan tetesan air mata mereka jatuh dan menjadi tontonan orang banyak, kecuali hanya dalam pandangan orang- orang yang dia sayangi. Disana akhirnya dia membiarkan dirinya menjadi sedikit lemah, maka bersimpatilah. Lelaki yang menangis karena istrinya adalah karena sangat begitu dalam menyanyang wanitanya itu, maka pahamilah. Bukan rasa kasihan yang dia harapkan, maka hargailah. Koreksi diri harus dihadirkan sang istri bila para suami menangis karena mereka. Tangisan itu mungkin karena menangis diam- diam sudah tidak mungkin lagi. jangan menunggu lebih lama, atau penyesalan yang akan didapat saat kita harus menyampaikan “MAAF”.

Seperti halnya seorang istri yang bisa membuat para suami menangis, disisi lain kehadiran separoh jiwanya tersebut di sudut jiwa mereka, mampu meredam kesedihan yang sangat dr sang suami. Dan itu adalah tugas tercantik para kaum hawa.

Air mata tidak selalunya menggambarkan kelemahan dan penurunan harga diri seorang suami. Bahkan para suamipun adalah manusia biasa, jangan berikan label apapun atas kemanusiawiannya itu. biarkan mereka membebaskan perasaan mereka dengan menangis. Hanya berikan sedikit interupsi bila air mata itu keluar disaat yang kurang tepat.

Mungkin ada baiknya juga untuk para suami, jangan pernah malu untuk menangis, karena keluarnya air mata dapat mengurangi resiko terkena serangan jantung & stroke. Air mata dapat melepaskan segala beban yang selama ini ada di pundak. Disana juga mengandung arti ujian bagi ketulusan hati pasangan anda dalam menyikapi kesedihan anda tersebut. Tapi, tentu saja jangan keterusan menangis karena pasti orang akan bingung anda pria atau wanita.
(Syahidah)

Sumber : Voa-Islam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *