menikah karena Allah
Berita

Jangan Menikah Hanya Karena Cinta, Menikahlah untuk Menguatkan Agama Allah

Ayo, Bagikan:

Dalam rumah tangga memang perlu rasa saling mencintai, karena ketika sudah saling mencintai kehidupan yang akan dijalani pun akan menciptakan kebahagiaan. Tetapi apakah cukup hanya saling mencintai kepada pasangan saja?

Hadirkanlah cinta yang merujuk pada Allah, agar rasa cinta yang hadir didalam rumah tangga bukan hanya sekedar bahagia dan senang, tetapi damai dan penuh makna akan sebuah rasa syukur, sebab bahagia saja takkan menjamin hati damai, tetapi saat kita mampu untuk bersyukur maka sudah tentu damai karena bahagia itu akan selalu dirasa.

Rumah Tangga Tidak Akan Terasa Damai Jika Antara Suami Dan Istri Tidak Diatur Oleh Agama.
Jadi berumah tanggalah dengan terus menjadikan agama adalah petunjuk mendapatkan kebahagian dunia sampai akhirat, karena rumah tangga tidak akan terasa mendamaikan jika antara suami dan istri tidak diatur oleh syari’at agama.

Tanggung Jawab Dalam Rumah Tangga Tidak Akan Tertunaikan Sempurna Jika Aturan Agama Tidak Ia Pakai

Karena tanggung jawab dalam rumah tangga tidak akan tertunaikan dengan sempurna jika aturan agama tidak keduanya pakai sebagai pengingat untuk selalu saling menyadari hak dan kewajiban masing-masing. Sebab antara suami dan istri akan bertanggung jawab penuh akan tugas-tugasnya jika agama selalu keduanya letakkan di hati.

Rumah Tangga Akan Menjadi Baitii Jannatii Jika Antara Suami Dan Istri Selalu Berpedoman Kepada Agama

Rumah tangga akan menjadi baitii jannatii jika antara suami dan istri selalu berpedoman kepada agama. Iya, rumah akan menjadi laksana syurga jika antara suami dan istri dalam kebersamaannya selalu menghadirkan cinta Allah, karena saat keduanya mampu menghadirkan cinta Allah maka untuk berpedoman kepada rambu-rambu agamapun tidak akan ia lupakan.

Berumah Tangga Akan Sangat Membosankan Jika Kebersamaan Yang Menyanding Tidak Bersumber Pada Agama

Karena ketika antara suami dan istri memaknai kebersamaannya dengan selalu memprioritaskan nilai agama maka tentu kebahagiaan yang hadir juga akan selalu membuat keduanya bersyukur dan mendamaikan.
Perindahlah Rumah Tanggamu Dengan Terus Menjadikan Agama Sebagai Sumber Terkuat Membangun Kebahagiaan

Agar ketika bersama tidak hanya sekedar bersama, namun lebih kepada memaknai kebersamaan yang ada dengan terus mengahdirkan kasih sayang yang bersumber pada Allah.

Tujuan Pernikahan Menurut Islam 

Pernikahan menjadi suatu prosesi yang sakral bagi semua orang. Setiap orang yang saling mencintai  berharap hubungan mereka dipersatukan ke jenjang pernikahan. Ada banyak alasan pasangan untuk menikah salah satunya adalah untuk melaksanakan sunnah Nabi.

Namun, tidak semua orang melakukan pernikahan karena alasan tersebut. Ada di antara mereka yang menikah dengan tujuan untuk mendapatkan harta atau kenikmatan dari pasangannya saja. Bahkan di antara mereka ada yang meninggalkan pasangannya setelah mendapatkan apa yang diinginkan.

Padahal sebenarnya di dalam agama Islam, pernikahan bukan hanya dijadikan ajang pemersatu dua hati yang saling mencintai saja. Namun lebih dari pada itu, ada beberapa tujuan dari melakukan pernikahan di dalam Islam. Apa sajakah itu? Berikut ini ulasan selengkapnya.

1. Menjaga Diri Dari Perbuatan Maksiat

Tujuan pertama dari pernikahan menurut Islam adalah untuk menjaga diri dari perbuatan maksiat. Seperti yang diketahui, pada saat ini banyak anak muda yang menjalin hubungan yang tidak diperbolehkan di dalam Islam yakni dengan berpacaran. Hubungan yang demikian ini menjadi ladang dosa bagi mereka yang menjalaninya karena dapat menimbulkan nafsu antara satu dengan lainnya. 

Rasulullah SAW bersabda: “Wahai para pemuda, barang siapa dari kamu telah mampu memikul tanggul jawab keluarga, hendaknya segera menikah, karena dengan pernikahan engkau lebih mampu untuk menundukkan pandangan dan menjaga kemaluanmu. Dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaknya ia berpuasa, karena puasa itu dapat mengendalikan dorongan seksualnya.” (Muttafaqun ‘alaih)

Nafsu syahwat merupakan fitrah yang ada dalam diri manusia. Untuk menjaga diri dari perbuatan maksiat, maka mereka yang telah mampu dianjurkan untuk menikah. Namun jika belum mampu, maka hendaknya berpuasa untuk mengendalikan diri.

2. Mengamalkan Ajaran Rasulullah SAW

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa pernikahan itu merupakan sunnah Nabi, jadi mengamalkan ajaran Rasulullah SAW menjadi salah satu tujuan dari pernikahan di dalam Islam. Sebagai umat Muslim, Rasulullah SAW dijadikan sebagai teladan dalam menjalani kehidupan. Dengan mengikuti apa yang dikerjakan oleh Rasulullah SAW berarti kita sudah menjalankan sunnah-ya. Salah satu sunnah Rasul  itu adalah menikah. 

3. Memperbanyak Jumlah Umat Islam

Tujuan selanjutnya dari pernikahan adalah untuk menambah jumlah umat Islam. Maksudnya di sini adalah buah dari pernikahan tersebut akan melahirkan anak-anak kaum muslim ke dunia dan mendidiknya menjadi umat yang berguna bagi agama dan masyarakat. Rasulullah SAW bersabda:

“Nikahilah wanita-wanita yang bersifat penyayang dan subur (banyak anak), karena aku akan berbangga-bangga dengan (jumlah) kalian dihadapan umat-umat lainnya kelak pada hari qiyamat.” (Riwayat Ahmad, Ibnu Hibban, At Thabrany dan dishahihkan oleh Al Albany)

4. Mendapat Kenyamanan

Tidak hanya faktor kepentingan agama saja, ternyata menikah juga bertujuan untuk diri kita sendiri. Tujuan tersebut untuk mendapatkan kenyamanan dan kedamaian dalam kehidupan di dunia ini. Allah Ta’ala berfirman:

“Dan di antara ayat-ayat-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa nyaman kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu mawadah dan rahmah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” [Ar-Rum 21].

5. Membina Rumah Tangga Yang Islami & Menerapkan Syari’at

tujuan terakhir pernikahan dalam agama Islam adalah untuk membia rumah tangga yang islami dan menerapkan syari’at. Memang segala sesuatunya dimulai dari hal-hal yang kecil terlebih dahulu. Maka masyarakat yang damai dan menjalankan ajaran Allah juga berasal dari tiap-tiap keluarga yang damai dan menjalankan perintah Allah. Allah SWT berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakaranya adalah manusia dan batu; penjaganya mailakt-malaikat yang kasar yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At Tahrim 6) 

Demikianlah ulasan mengenai lima tujuan menikah dalam agama Islam. Sebagai kaum muslim, kita selayaknya mengetahui apa tujuan dari sebuah perintah atau anjuran Allah dan Rasulnya. Setelah mengetahuinya, ada baiknya untuk menjalankan amalan tersebut agar mendapatkan keridhaan Allah SWT.

sumber: infoyunik

Sumber: Jurbal.co

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *