Keluarga Kesehatan

Empat Cara untuk Mengatasi Bayi yang Suka Bangun Terlalu Pagi

Ayo, Bagikan:

Mam, hampir semua kebiasaan hidup Anda akan berubah ketika memiliki bayi. Bila Mam suka jajan diluar, Mam akan menguranginya dan memilih untuk mengonsumsi makanan sehat karena Si Kecil membutuhkan banyak nutrisi yang didapatkannya melalui ASI. Bila Mam jarang berolahraga, Mam akan menyempatkan waktu untuk sedikit berolahraga karena tidak mau sakit saat mengurus Si Kecil. Atau, bila Mam terbiasa bangun agak siang, mempunyai bayi akan merubah jam tidur Mam, apalagi jika Si Kecil sangat gemar bangun pagi.

 

Definisi Bangun Pagi untuk Si Kecil
Banyak orangtua yang mengeluh karena Si Kecil bangun terlalu pagi, padahal, setiap orang memiliki pemahaman mengenai istilah “bangun pagi” yang berbeda-beda. Sebuah keluarga menganggap pukul 05.00 adalah waktu yang ideal untuk bangun pagi, sementara keluarga lainnya menganggap pukul 08.30 masih terlalu dini bagi mereka untuk beraktivitas.

Jika Si Kecil bangun pukul 06.00, berarti tidak ada yang salah dengan dirinya. Waktu normal untuk mereka bangun di pagi hari adalah sekitar pukul 06.00. Mam juga bisa lihat kondisi Si Kecil setelah bangun. Jika mereka terlihat segar dan bertenaga, berarti mereka siap untuk menjalani hari. Namun jika Si Kecil bangun lebih awal dari pukul 06.00, atau bangun setelah pukul 06.00 tetapi terlihat tidak bersemangat, maka Si Kecil memang mengalami masalah bangun pagi.

Cara untuk Mengatasi Si Kecil yang Bangun Terlalu Pagi

Pertama, carilah upaya untuk membuat Si Kecil tidur kembali. Jika Si Kecil bangun pukul 05.00 pagi dan Mam memperbolehkannya beraktivitas setelah Ia bangun, secara tidak langsung Mam mengajarkan Si Kecil bahwa pukul 05.00 pagi adalah waktu yang tepat untuk bangun. Peluklah, berikan sedikit usapan dan tepukan lembut kepada Si Kecil supaya mereka merasa nyaman untuk kembali tidur. Mam juga bisa membisikkan kalimat, “Sssst, masih waktunya tidur. Sampai jumpa di esok pagi ya…”

Jika Si Kecil tetap terjaga walaupun Mam sudah mengeloninya, tetaplah tinggal disisinya tanpa melakukan apapun, sehening mungkin. Jangan melakukan aktivitas yang bisa membangkitkan semangat Si Kecil dan tunggu sampai Ia tertidur. Setelah waktunya bangun, lakukanlah kebiasaan rutin seperti membuka jendela kamar atau menyalakan lampu. Ini akan mengajarkan Si Kecil bahwa “bangun berarti ketika jendela kamar sudah terbuka dan lampu telah menyala.”

Ketiga, memperhatikan waktu tidur siang Si Kecil. Mam harus membuat jadwal tidur siang Si Kecil dengan tepat guna menghasilkan waktu tidur siang yang cukup untuk mengisi ulang “baterai” mereka, tetapi tidak akan mengganggu waktu tidur di malam hari.

Selain waktu tidur siang, Mam juga harus memperhatikan jam dimana Si Kecil tidur pada malam hari. Tahukkah Mam bahwa tidur larut malam tidak akan membuat Si Kecil bangun lebih siang? Mengutip kalimat dari situs web BabySleepSite, sleep begets sleep, tidur lebih awal (di jam yang tepat) akan membuat Si Kecil merasa lebih nyenyak dan akan bangun di jam-jam yang normal.

Bangun Pagi Sementara
Mam, jika Si Kecil bangun terlalu pagi hanya sesekali, Mam tidak perlu terlalu khawatir. Mam bisa mencari penyebabnya, misalnya: karena gigi Si Kecil sedang tumbuh; tidur di lingkungan yang asing (misalnya saat perjalanan keluar kota); atau sedang sakit. Jika penyebab-penyebab tersebut sudah diatasi, Si Kecil akan langsung kembali bangun di jam-jam normal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *